Monday, October 18, 2004

... diriku malam ini ...

9.32 PM
di kamar tercintaku.. dialuni sebuah musik indah dari seorang musisi yang inspirasional..

selamat malam teman2ku.. kalian yang dalam suka maupun duka.. sedang tertawa ataupun menangis dalam tawa.. entah kenapa malam ini aku merasa amat sangat tersentuh untuk menulis sebuah renungan kisah hariku.. mungkin akan terasa mellow.. tapi inilah aku yang sebenarnya..

hari ini kulalui seperti biasa.. masih ada tawa dan tangis dengan segala kenaik-turunan emosiku sepanjang harinya.. masih ada tawa palsu yang tetap terpajang manis menghiasi wajahku setiap waktunya.. tapi mungkin beberapa dari mereka telah berhasil menangkap ekspresi wajahku yang tersimpan di balik semua itu.. yah, begitulah bila aku merasa letih dengan segala kepura-puraan yang aku jalani.. hanya itulah satu-satunya harapanku untuk bertahan.. sebuah cover manis untuk menyingkapi kesedihanku yang teramat dalam..

tapi bila kupikir-pikir lagi.. apakah diriku sendiri yang membuat segala sesuatunya tampak lebih buruk dari keadaan yang sebenarnya? Mungkin akibat kekosongan dalam diriku yang sampai saat ini belum dapat terisi kembali.. masih ada sebagian jiwaku yang hilang entah ke mana.. kurasa dia sedang asyik membayangkan segala sesuatu yang tampak begitu sempurna di masa lalu dan tidak mau kembali pada kenyataan yang ada..

apapun itu kawanku, aku telah menerima sebuah teguran indah malam ini.. kadang aku sendiri masih mempertanyakan arti hadirku di dunia ini.. apakah aku diciptakan hanya sebagai pelengkap ekosistem tanpa makna belaka.. atau sebagai mahluk hidup yang mengemban suatu tujuan tertentu.. kusadari bahwa dari segala lika-liku kehidupanku, jatuh bangunnya aku setiap harinya.. masih ada mereka yang bersedia menopangku dari belakang.. tidak membiarkan aku terperosok lebih jauh di dalam kegelapan yang tanpa kusadari telah kuciptakan sendiri.. masih ada mereka yang mau MENCINTAI aku sebagai seorang AKU.. dengan segala kelebihan dan kekuranganku..

kusadari bahwa merekalah pemberian Tuhan yang paling berharga.. perpanjangan tangan-Nya dalam menjagaku sehari-hari.. mendampingiku dalam setiap tetes tangis dalam sedihku.. menemaniku dalam segelintir tawa sesungguhnya yang begitu jarang kutemukan akhir2 ini.. tapi mereka ADA di sini.. tak pernah hilang.. dan tak pernah meninggalkan aku sendirian..

malam ini, aku benar2 terketuk oleh apa yang telah diberikan-Nya. Betapa Ia tak pernah tidur dan masih mau mendengarkan keluh kesah mahluk yang amatlah hina ini. Betapa kusadari bahwa akulah yang selama ini tidak bisa berterima kasih atas begitu banyak yang telah diberikan-Nya. Dan betapa baiknya Ia bahwa Ia masih mau mengirimkan teguran2 manis untuk membangunkanku kembali dari kegelapan itu. Tidak dalam hal2 besar.. tapi melalui hal2 kecil yang bisa membuatku tersenyum kembali.

Melalui seorang ayah yang begitu baik, yang mau bersusah payah menjemputku di tengah kemacetan dan kegaluan lalu lintas Jakarta yang begitu padatnya di sore hari.. yang masih mau mengantarkan aku pulang terlebih dahulu hanya agar aku bisa mengejar tontonan favorit yang telah lama kutunggu-tunggu.. Melalui seorang ibu, yang meski dalam segala kekurangan dan problema pribadinya, masih mau mengerti dan mendukung keputusanku.. walaupun itu akan menyusahkannya kembali.. Melalui dia yang selalu mendampingiku selama satu setengah tahun indah ini.. yang selalu menawarkan bahunya untuk kubasahi dengan air mata di saat sedih dan kusandarkan bila lelah.. Melalui kawan2 yang tak henti2nya memberikanku semangat di saat aku jatuh.. dan mau menemaniku bersama melalui rintangan ini..

Kutitikan kembali air mataku kala menulis renungan ini.. bukan karena sedihku.. namun karena haruku akan apa yang telah kuterima.. teman2, kisahku hari ini ingin kuakhiri dengan kisah lain yang telah kupetik dari seseorang yang telah melalui begitu banyak cobaan, namun tetap tabah dan bahkan bisa berterima kasih atas apa yang telah dia alami.. renungan manis yang telah mengetukku amat dalam malam ini untuk membagikannya kepada kalian semua yang tengah bimbang dalam hidup.. berikut ini adalah sejenak suara hati.. dari seorang Glen Fredly Deviano Latuihamallo…
“Segala sesuatu ada waktunya.. apa yang tercipta merupakan jawaban dari perputaran waktu yang Tuhan telah sediakan buat kita.. emosi, ego, luapan tawa, tetes air mata, impian, semua lebur jadi satu.. menjadi sebuah pengakuan yang penuh arti bagi perjalanan hidup kita.. semua penuh arti.. baik ataupun buruk, hidup itu penuh arti.. semua yang kita lalui sampai hariini, ada hanya karena CINTA dan KASIH KARUNIA.. nikmati hidup apa adanya karena semua berawal dari sana.. yakinlah segala sesuatu ada waktunya dan terjadi tepat pada waktu-Nya.”

Dan satu ini.. ingin kutujukan untuk beberapa teman baikku dengan sebuah jalan hidup yang sama denganku.. kembali kukutip dari perkataan Glen sendiri..

“Buat mereka yang tersakiti, yang ditinggalkan, yang tergores
hatinya, yang HARUS BERTAHAN karena P.E.R.B.E.D.A.A.N, juga yang harus bertahan MELAWAN PERGUMULAN HIDUP.. please jangan pernah salahkan CINTA, hidup harus bergulir, janganlah menyerah…”

3 Comments:

At October 19, 2004 12:33 PM, Blogger siethology said...

hidup yang infinit dan tak terdefinisi... well... at least you have some love to make it a little defined... cheers

 
At October 22, 2004 7:53 AM, Anonymous Anonymous said...

There r too many beautiful things, keep that in mind......
You must explore that unknown treasure ;-)

 
At October 22, 2004 7:51 PM, Blogger Am.Am said...

life is all that u love n hate... u know it better than anyone else.

Cheer up juga buat Bee, yah??semua kegagalan n kesuksesan slalu ada hikmahnya, sbg manusia kita semua udah pernah ngerasain n mengambilnya.

Btw, template kita buat blogspot kok sama ya? hehe...jd malu....[tapi males ganti ni Bee, biarin aja kali ya?.....or ganti...?huehuehue]

 

Post a Comment

<< Home